Blog burung berkicau dan hewan peliharaan. Tips dalam merawat burung dan hewan serta makanannya.

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Membentuk Mental Pleci Agar Buka Paruh

membentuk mental pleci
Membentuk Mental Pleci Agar Buka Paruh, Seiring dengan berjalannya waktu, kesabaran Anda dalam merawat tentunya akan membuahkan hasil. Salah satu hasilnya adalah memiliki pleci yang gacor walaupun masih dalam skala rumahan.

Sesuai dengan kesepakatan di awal, bahwa burung pleci yang berkualitas merupakan pleci yang mampu melantunkan kicauannya secara full buka paruh. Dapat mengulanginya dalam tempo yang tinggi, cepat, dan terus berulang. Disuarakan dengan lantang, keras, dan lepas seperti halnya pleci yang hidup di alam bebas serta harus tetap rajin berkicau di setiap tempat kita meletakkan dan menggantangnya.

Tentunya kesepakatan ini tidak dapat dipenuhi jika pleci yang kita miliki hanya gacor pada satu wilayah. Agar pleci yang kita miliki terbiasa berkicau di segala tempat, kita harus melatih mentalnya agar berani berkicau sekalipun itu di tempat yang baru dikenalnya. Dalam melatih mental pleci, kita harus melaksanakannya secara bertahap.

Berikut tahapan melatih mental pleci.
  • Kita mulai dengan meletakkan pleci di tempat-tempat dekat rumah yang masih asing bagi burung tersebut. Sebagai tahap awal, bisa kita letakkan di bagian lain rumah. Jika pleci sudah terbiasa berada di teras, maka kita bisa meletakkannya di halaman belakang rumah. Setelah sekian jam, kembalikan lagi ke tempat semula.
  • Minggu depan bisa kita letakkan pleci di tempat yang agak jauh dari rumah atau sesekali bisa kita bawa ke pasar burung agar terbiasa dengan keramaian. Tahapan ini kita lakukan agar pleci merasa teritorial yang dimilikinya sangat luas (pleci berkicau sebagai penanda wilayah teritorialnya).
  • Lakukan latihan ini secara berkala dengan tempat yang berbeda beda setiap 1 atau 2 minggu sekali.
  • Sekali waktu, kita gantangkan sangkarnya di tempat yang rendah atau letakkan begitu saja kandangnya di atas tanah.
  • Langkah yang paling mudah adalah bentuk komunitas kecil sesama hobiis pleci untuk menyelenggarakan latihan bersama-sama dan berpindah-pindah tempat.
Kita tentunya telah memahami bahwa pleci merupakan burung koloni. Di alam bebas, pleci berkicau dengan jarak yang relatif berjauhan dengan pleci yang lain. Bagaimanakah caranya agar pleci menjadi rajin berkicau dengan jarak yang berdekatan?

Mengingat di tempat lomba, pleci diletakkan berdekatan antara satu pleci dengan pleci lainnya dengan jarak kurang dari 1 meter.

Lazimnya, pleci yang lama hidup sendirian dalam kandangnya akan kehilangan naluri berkoloninya. Pleci yang disendirikan atau jauh dari temannya akan rajin berkicau. Jika berjumpa dengan pleci lainnya, terutama dalam jarak dekat, pleci akan berlompatan ke sana kemari, ngeruji, salto, didis, makan, mandi bahkan tak jarang pleci tidak bersuara sedikitpun walau itu hanya nada call.

Salah satu penyebab dari keadaan ini adalah kesalahan dari si pemilik yang terlalu lama menyendirikan plecinya guna menikmati kicauannya dengan lebih puas.

Untuk mengatasi problem tersebut, kita perlu mengembalikan naluri alami pleci untuk berkicau dalam koloni. 

Caranya,
Pleci digantang berdekatan. Salah satu cara untuk mengembalikan naluri pleci berkicau dalam koloni adalah dengan digantang berdekatan dengan burung pleci lainnya ciptakan koloni pleci dalam kesehariannya. Pleci selalu digantang berdekatan dengan pleci-pleci lain dalam jarak yang dekat. Jarak gantang antar sangkar paling jauh yang direkomendasikan sekitar 200 cm. Semakin dekat atau menempel antar sangkar semakin bagus.

Pola perlakuan seperti ini bertujuan untuk membiasakan pleci bernyanyi bersama dengan kelompoknya dalam jarak yang dekat. Pada tahap-tahap awal, pleci yang mendapatkan perlakuan seperti ini akan berkurang intensitas gacornya. Pleci berubah total menjadi burung yang rajin ngriwik saja atau bahkan diam sama sekali. Hal ini wajar tetapi seiring dengan berjalannya waktu, pleci akan kembali gacor setelah terbiasa saling berdekatan. 

selamat berkoloni bersama pleci kesayangan anda... hadiri kopdar2 komunitas pleci di wilayah anda

salam koloni
Istono Yuwono

Share:

Merawat Love Bird Bagi Pekerja Yang Sibuk

love bird ngekek
Merawat Love Bird Bagi Pekerja Yang Sibuk, Dewasa ini memang banyak sekali para pecinta lovebird ngekek yang sibuk bekerja sehingga merasa kurang waktu dalam merawat LB jagoannya. Tetapi disisi lain mereka juga tetap menginginkan untuk menggantangkan/ ikut lomba diwaktu2 yang senggang dan tetap moncer digantangan. Berikut saya tulis beberapa tips sharring dari para master yang mungkin berguna untuk kita semua.

  1. Lokasi / Ruangan, Untuk Rekan2 yang sibuk bekerja disarankan memiliki ruangan khusus yang mendapatkan sinar matahari cukup di pagi hari dan siang hari, usahakan ventilasi/ jendela menghadap ke timur sehingga bagi kita yang tidak sempat melakukan ritual penjemuran tidak repot karena otomatis pagi hari LB kita sudah terkena sinar matahari. Penghawaan ruang/ sirkulasi udara juga harus kita perhatikan, dengan memperbaiki / menambahkan lubang2 pada dinding ruangan. Kondisikan situasi ruangan terasa alami dan sejuk dengan menempatkan tanaman2 atau membuat kolam kecil dengan pompa air sehingga terdengar suara gemericik air.
  2. Settingan Harian, Untuk settingan bisa disesuaikan dengan jadwal kerja kita masing2, intinya untuk makanan harian jangan pernah dirubah sesuai kesukaan LB jawara kita. Untuk EF dan vitamin berikan seminggu 2 - 3 kali sebagai selingan. Setiap pagi sebelum berangkat kerja buka kerodong dan berikan sekat apabila LB kita lebih dari 1 ekor. Sepulang kerja baik sore / malam hari lakukan ritual mandi malam dengan melepas pakan + minum terlebih dahulu , angin2kan sampai kering (dekatkan lampu penghangat ruang kalau diperlukan), setelah itu kerodong kembali.
  3. Menjelang Lomba, Seminggu atau 3 hari menjelang lomba setiap hari kita lihat kondisi LB kita terlebih dahulu, semisal terlihat rajin ngekek, badan kencang (tidak menggelembung) maka lovebird kita layak untuk digantangkan. Tetapi apabila terlihat sering menggelembung dan tidak fit maka lebih baik kita cancel terlebih dahulu daripada "kondangan" alias KO pada saat lomba. Berikan Asupan Vitamin + EF setiap hari mulai dari H - 3 untuk menambah stamina supaya LB fit ketika dilapangan. Pada saat dilapangan sesuaikan settingan seperti kebiasaan kita masing2.Selamat Mencoba.
Demikian sharring tips singkat dari saya, apabila ada para master yang ingin menambahkan ilmunya silahkan ikut corat coret, semoga bisa jadi ilmu yang bermanfaat, indahnya berbagi.... salam 
Lemper......ekekekekkekeke

Copyright By :

ARVABIRD Production
Share:

Kenapa Pleci Gacor jadi Mandeg Bunyi

Pleci Macok, NNC Team Mr. Jhon, Hello Kitty
Banyak pertanyaan lazim kita jumpai.. mengapa burung pleci yang saya sebelumnya gacor sekarang jadi jarang bunyi bahkan macet dan lain-lain?, Tahukah anda, mengapa bisa demikian.

Setelah pleci menjadi gacor di segala tempat dan terbiasa bernyanyi bersama dalam jarak dekat, mari kita memahami bahwa seperti halnya burung jenis yang lain, pleci memiliki kurun waktu top form maupun down perform.

Perlu diketahui, Bahwa, Pleci yang telah juara sekalipun pada saat down perform juga akan sulit tampil, jarang bunyi bahkan macet sekalipun.

YA, BURUNG JUARAPUN BISA MACET JUGA.

Karena itu, pahami betul kondisi jagoan kita, Berikut Siklus Performa Pleci dalam Satu Tahun
  • Bulan 1—7 adalah masa puncak (top perform)
  • Bulan 7—8 masuk pada kondisi moulting atau mabung (down perform)
  • Bulan 10—11 selesai masa moulting (down perform)
  • Bulan 12 masa pemulihan atau rekondisi (down perform)
  • Bulan 13 atau kembali ke bulan 1 pleci masuk lagi ke masa top perform
Semoga bermanfaat..

"based on buku "pleci by istono yuwono" agromedia pustaka 2013"
Share:

Puluhan Ayam Mati Mendadak Di Weru Cirebon

hati-hati flu burung di weru cirebon
Seperti yang terjadi di Blok Kawung RT 19,20 dan RW 04 Desa Megu Gede Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon beberapa hari yang lalu, dimana terdapat puluhan ekor ayam milik penduduk yang tiba-tiba mati mendadak, padahal sebelumnya kondisi ayam tersebut dalam keadaan sehat.

Masyarakat harus waspada dan hati-hati terhadap flu burung, virus H5N1 ini dapat menular melalui makanan, minuman, maupun sentuhan. Selain itu, virus ini juga dapat menyebar malalui udara.

Gejala umum yang biasa ditemukan bagi penderita yang terjangkit virus ini diantaranya terjadinya demam tinggi, keluhan pernapasan dan keluhan di perut, penyebaran virus ini dapat berjalan cepat menjalar ke tubuh sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.

Salah satu cara untuk menghindari terjangkitnya virus ini adalah dengan menjaga kebersihan badan, rumah, lingkungan dan bagi yang memiliki hewan ternak, diharuskan juga agar dapat dibersihkan kandangnya secara berkala.

Dugaan awal dari matinya ayam-ayam itu dikarenakan virus flu burung dimana terdapat ciri-ciri yang mengarah ke arah sana, beberapa ciri dari kematian hewan tersebut diantaranya badanya yang berwarna hitam kebiru-biruan.

Share:

Ratusan Habitat Burung Di Hutan Terancam Punah

ratusan habitat burung di hutan kian hilang
Habitat ratusan burung di Indonesia kini terancam punah. Banyak faktor yang menyebabkan Habitat Burung terancam punah salah satunya adalah tangan jahil manusia.

Menyempitnya habitat asli ratusan burung menyebabkab burung yang tersebar hampir di seluruh Indonesia terancam tidak dapat melangsungkan reproduksi secara wajar.

Beberapa jenis burung seperti Jalak Bali, Elang Jawa adalah salah satu contoh burung yang jumlahnya terus menerus mengalami penurunan. Sebut saja Jalak Bali di habitat aslinya, hewan yang kerap dijadikan sebagai hewan peliharaan ini sangat rawan perburuan sehingga populasinya diperkirakan tinggal belasan.

Selain itu, kerusakan lingkungan yang masih terjadi di Taman Nasional Bali Barat turut menghambat pertumbuhan populasi burung ini. Tidak mengherankan bila survei terbaru yang dilakukan awal tahun 2005 hanya menemukan lima ekor jalak bali di alam.

Faktor yang menentukan keberadaan burung adalah ketersediaan makanan, tempat untuk istirahat, bermain, kawin, bersarang, bertengger dan berlindung.

Kemampuan areal menampung burung ditentukan oleh luasan, komposisi dan struktur vegetasi, banyaknya tipe ekosistem dan bentuk areal serta keamanan.

Untuk mengurangi kepunahan ratusan burung di hutan sebaiknya kita juga harus menjaga kelestarian ekosistem dan lingkungan sehingga mampu hidup di habitat alami dan mudah berkembang biak, serta berkomunikasi dengan pemerintah yang menangani kepunahan habitat para burung seperti Departemen Kehutanan.

Share:

Maleo Burung Langka Dari Sulawesi

Maleo, Burung Langka Dan Unik Khas Sulawesi
Satu lagi kekayaan jenis burung di Indonesia yang mengagumkan, sekilas memang tampak seperti ayam, tetapi memang benar binatang ini adalah sejenis unggas.dan unggas ini adalah spesies satu-satunya didunia dari Genus Macrocephalon, dan hanya bisa ditemui di negara Indonesia, yaitu di pulau Sulawesi.

Namanya Macrocephalon maleo, biasanya dikenal dengan nama Burung Maleo atau Maleo Senkawor. Burung Maleo adalah endemik pulau Sulawesi.

Burung Maleo termasuk unggas dengan ukuran tubuh sedang, sekitar 55 cm panjangnya, besar di bagian tubuhnya dan mengecil di bagian kepala, dengan warna dominan hitam, dan putih di bagian dadanya.

Tubuh yang besar dan kepala yang kecil berfungsi saat Maleo beristirahat, juga saat bersembunyi ditanah dari ancaman predator.

Kakinya berkuku dan berselaput, namun bukan untuk berenang melainkan untuk menggaruk tanah. Tetapi ciri yang paling cepat dan mudah untuk mengenalinya adalah batok kepalanya yang hitam mengkilat.

Maleo banyak menghabiskan hidupnya di darat, karena makanannya seperti serangga, semut, dan biji-bijian. Namun juga berpindah dari pohon ke pohon, untuk menghindari predator. Maleo tidak hidup secara berkelompok, tetapi sepanjang hidupnya dilewatkan dengan satu-satunya pasangannya.



Burung Maleo adalah penghuni hutan tropis di sekitar pantai yang berpasir hangat, atau juga di hutan pegunungan yang dekat dengan sumber mata air panas.

Tanah hangat dengan suhu antara 32-35 oC adalah syarat utama habitat mereka, dan untuk menemukan tempat yang cocok, Maleo mengandalkan sensor panas yang terdapat pada tonjolan kepalanya. 

Pemilihan habitat yang unik ini sebenarnya ada hubungannya dengan perilaku reproduksi Maleo. Meskipun tergolong hewan monogami yang setia dengan pasangannya sampai mati, namun Maleo justru tidak setia pada telurnya sendiri.

Maleo tidak mengerami telurnya sendiri melainkan dikubur dalam tanah atau pasir yang cukup hangat, biasanya, di titik yang memiliki suhu cukup hangat Maleo menggali lubang sedalam 30-50 cm, lalu meletakkan telurnya dan menutupnya kembali dengan tanah sekitar 10-15 cm diatas telur.

Memang tidak ditutup sepenuhnya agar ketika telur menetas si Maleo junior bisa keluar dari tanah. Nah, anak Maleo ini berusaha sendiri untuk bisa keluar dari timbunan tanah, dan langsung bisa terbang dan mencari makanannya tanpa bantuan sang induk.

Hal mengagumkan lainnya adalah telurnya yang cukup besar, kurang lebih sekitar 240-270 gram beratnya dan 11 cm panjangnya, sekitar 4 atau 5 kali besar telur ayam.

Akan tetapi, karena perubahan bumi dewasa ini, Maleo sudah tergolong sebagai hewan langka dan terancam punah. Hal ini juga disebabkan karena perburuan oleh manusia, untuk dikonsumsi daging dan telurnya, juga permbukaan lahan.

Ada sebuah kepercayaan dari budaya setempat, yaitu ketika seseorang telah mendirikan rumah, maka dibawah rumah yang baru saja dibangun tersebut wajib dikubur satu telur Maleo. Dengan harapan rumah tersebut dapat berumur panjang dan berdiri dengan kokoh.

Maka saat ini sangat sedikit Maleo yang bisa ditemui di habitat asli. Menurut penelitian, Maleo berasal dari benua Australia, tapi kenyataannya sekarang Maleo hanya ada di pulau Sulawesi.

Oleh karena itu bagi anda yang berwisata ke Sulawesi, dan ingin menjenguk unggas langka ini, anda hanya bisa menemuinya di Sulawesi Tengah, di penangkaran yang dibangun dengan tujuan mejaga kelestarian burung unik ini. Misalnya di  Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Donggala, yaitu di Cagar Alam Saluki, atau di Taman Nasional Lore Lindu dan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Untuk tujuan yang sama, disarankan jangan membawa pulang telur Burung Maleo ya
gocelebes

penasaran baca laptop si unyil
Share:

Seorang Polisi Tewas Akibat Cari Burung

Naas benar nasib polisi ini. Dia tewas saat sedang mencari burung di sawah. Kakinya terpeleset dan tersetrum kawat beraliran listrik yang digunakan untuk menjebak dan membasmi tikus.

Korban adalah Wawan Adrianto. Perwira berpangkat AKP yang berdinas di Satuan Brimob Medaeng, Waru.

"Memang benar ada kejadian tersebut. Korban adalah seorang anggota Brimob Medaeng yang baru saja naik pangkat," kata Kapolsek Taman Kompol Eddy Siswanto saat dihubungi detikcom, Minggu (5/1/2014).

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa pada Sabtu (4/1/2014) dini hari tersebut terjadi di persawahan Dusun Tanjunganom, Desa Tanjungsari, Taman. Saat itu korban bersama adiknya, Erry Kusmanendra, sedang mencari burung.

Saat itu korban hendak menembak burung yang diincarnya, tiba-tiba kakinya terpeleset dan jatuh ke sawah. Sialnya, kaki korban mengenai kawat yang teraliri listrik. Kawat itu adalah jebakan untuk membasmi tikus sawah.

Korban yang baru saja naik pangkat dari Iptu ke AKP itu tersengat aliran listrik dan langsung terkapar. Erry yang melihat itu segera berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar teriakan itu segera mematikan aliran listrik dan membawa korban ke Rumah Sakit Anwar Medika. Dari RS Anwar Medika, korban dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. Sayangnya nyawa korban tak terselamatkan.

detiknews
Share:

Harga Burung Ratusan Juta Karena Menang Lomba

menang kontes harga burung mencapai ratusan juta
Mahalnya seekor burung kicau di pasaran terkadang tidak masuk akal. Bayangkan saja, untuk satu jenis murray batu harganya mencapai Rp 350 juta atau setara sebuah mobil SUV. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Hari (42), pedagang di Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur, menjelaskan biasanya harga burung bisa melambung tinggi karena pernah menang perlombaan. Selain itu, tentunya perawatan sang pemilik untuk mempertahankan kualitas burung.

"Kalau sudah pernah juara kontes ya bisa tinggi harganya. Bagaimana yang punya aja ngerawatnya," ujarnya di pasar tersebut, Jakarta, Rabu (4/12).

Hal senada juga disampaikan oleh seorang kicau mania, Budi, yang membenarkan tentang tingginya harga burung karena kontes. Bahkan kalau lombanya kelas nasional, harga burung bisa melambung.

"Kaya kontes piala raja 2013 kemarin, isu yang berkembang pas lomba malah bisa Rp 500 jutaan," ujar kepada merdeka.com

Ia menyarankan, agar berhati-hati jika membeli burung yang sudah sering menang kontes. Resiko burung itu sakit atau mati bisa saja terjadi.

"Kalau beli burung jadi atau yang udah menang, hati-hati saja. Karena kalau itu kan ngerawatnya sudah beda tangan, takutnya dia sakit. Kalau nggak bener malah bisa mati," jelasnya.

Sebenarnya, lanjut Budi, tidak hanya burung saja yang bisa seperti itu. Pelihara binatang apapun kalau perawatannya kurang ditangani dengan baik juga bernasib sama.

Share:

Silvereye Zosterops Lateralis Monty Selandia Baru

Silvereye Zosterops lateralis montanus dari selandia baru
Burung ini jika kita perhatikan tidak jauh dan seperti monty atau sebut saja Montanus nama latinnya adalah The Silvereye atau Wax-eye (Zosterops lateralis).

Di Australia dan Selandia Baru nama burung pada umumnya kadang-kadang disingkat menjadi White-eye, tapi nama ini lebih sering digunakan untuk merujuk kepada semua anggota genus Zosterops , atau seluruh keluarga Zosteropidae .

Burung Silvereye sendiri ditemukan pada 1832 namun baru berkembang populasinya tahun 1856. Burung imut berukuran 11-13 cm ini tercatat memiliki masa hidup hingga 12 tahun. Makanan mereka bermacam-macam mulai dari buah, sari bunga hingga serangga kecil.

Silvereye Zosterops lateralis
Burung Mirip Angry Bird

Burung sebasar burung monty atau montanus ini, ukurannya kecil 11 sampai 13 cm dan sekitar 10 g berat badan, ia memiliki cincin mencolok bulu putih di sekitar matanya.

Ada sejumlah variasi bulu tergantung pada sub-spesies. Umumnya memiliki sayap zaitun hijau dan baik abu-abu atau zaitun-hijau kembali, tenggorokan berwarna ringan - kuning atau abu-abu, panggul yang berkisar dari cokelat pucat buff, dan undertail yang mungkin putih atau kuning.

Matanya yang memiliki motif lingkaran putih tampak disatukan garis hitam yang memberikan kesan galak. Burung itu hidup di Selandia Baru, Australia maupun Kepulauan Pasifik, termasuk Fiji.

Ini Suaranya.

wikipedia
Share:

Ribuan Burung Gagal Di Selundupkan Ke Jawa

polisi kembali gagalkan penyelendupan burung
BANDAR LAMPUNG – Ribuan burung liar berbagai spesies dalam kotak kardus dan keranjang, gagal diselundupan ke Pulau Jawa di Pelabuhan Bakauheni. Burung-burung tanpa dokumen lengkap tersebut diangkut mengunakan mobil boks dan bus penumpang.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Bayu Aji, mengatakan pihaknya sudah mengamankan dua pelaku yang membawa sekitara 3.300 burung, dan dua mobil. "Burung ini burung liar bukan satwa dilindungi," kata Bayu Aji, Senin (2/12).

Ia mengatakan petugas di Pelabuhan Bakauheni, mendapatkan dua mobil boks BE 9260 DL dan Bus Sumber Waras AA 1540 AA, dengan pelaku yang membawa bernama Periadi (warga Kota Baru, Jambi), dan Nurudin (warga Palas, Lampung Selatan), saat melintas di pintu masuk pelabuha, Jumat (29/11) malam.

Dua pelaku, kata dia, tidak dapat menunjukkan dokumen resmi dan lengkap dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung.

Pelaku dimintai keterangan namun tidak ditahan, karena barang yang dibawa bukan satwa dilindungi. Burung tersebut disimpan dalam kota 53 kardus dan 30 keranjang.

Dari keterangan pihak BKSDA Lampung,  3.300 ekor burung tersebut, bukan satwa yang dilindungi, namun satwa liar. Jenisnya yakni prenjak, ciblek, perling, dan cerocok. Burung-burung ini akan dilepasliarkan oleh BKSDA kembali setelah selesai pemeriksaan.

Dalam ketentuan yang berlaku di BKSDA Pasal 63 Peraturan Pemerintah (PP) 1999, pelaku yang membawa satwa liar jenis burung tidak ditahan, tetapi dikenakan sanksi administrasi atau pencabutan izin dan denda sekitar Rp 250 juta.

Share:

Hutan Kota Bungkirit Rawan Pemburu Burung

hutan kota bungkirit harus bebas pemburu burung liar
Aneka jenis burung penghuni alam bebas kawasan hutan kota bungkirit di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, akhir-akhir ini sering dijadikan sasaran empuk para pemburu burung.
Padahal, sejak tahun 2009 Pemerintah Kabupaten Kuningan telah melarang perburuan atau penangkapan burung di alam bebas wilayah Kuningan, melalui peraturan daerah Nomor 10 tahun 2009 tentang pelestarian satwa burung dan ikan.

Keberadaan hutan kota bungkirit di sebuah perbukitan sebelah barat komplek taman makam pahlawan Haurduni, dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi habitat berbagai jenis burung. Baik dari hasil pengayaan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, maupun aneka jenis burung yang secara alami terundang datang hidup serta berkembang biak di kawasan hutan buatan tersebut.


hutan kota bungkirit

Bukit yang awalnya hanya berupa padang ilalang dan semak belukar nyaris tanpa tegakan pohon itu, sejak tahun 2007 dibangun Pemkab Kuningan sebagai salah satu kawasan hutan kota. Hasilnya, kawasan perbukitan seluas lebih kurang 2 hektare itu, kini telah menjadi areal hutan padat aneka jenis tegakan pohon dihiasi aneka jenis burung

"Jenis-jenis burung yang sudah mulai betah menghuni serta berkembang biak di kawasan hutan kota ini, di antaranya tekukur, kutilang, jogjog, jalak, dan aneka jenis burung kecil pamangsa seranga. Malahan belakangan ini, ayam hutan pun sudah ada yang masuk dan berkembangbiak di hutan ini," kata petugas pengelola hutan kota bungkirit, Asep Zulkarnaen, saat ditemui "PRLM" di kawasan hutan buatan tersebut, Selasa (5/11/2013).

Namun di balik itu, menurut Asep keberadaan aneka jenis burung dalam kawasan hutan tersebut, belakangan ini sering dijadikan sasaran empuk oleh para pemburu burung. Perburuan dan penangkapan burung menurut Asep, biasanya sering terpantau dilakukan pemburu di bagian luar batas area hutan kota.

"Meskipun di luar kawasan, kalau ada yang ketahuan selalu saya tegur. Bahkan sampai saya paksa melepas kembali burung hasil tangkapannya," ujar staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kuningan itu, seraya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengganggu keberadaan burung di sekitar hutan kota bungkirit.

Terlebih, ujar Asep, aktivitas perburuan dan penangkapan burung di alam bebas wilayah Kabupaten Kuningan, telah dilarang tegas oleh Pemkab Kuningan, yakni melalui perda Nomor 10 tahun 2019 tersebut tadi.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh "PRLM" dari Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup kabupaten Kuningan, pelanggar perda tersebut diancam terkena sanksi berupa denda uang senilai Rp 50 juta atau hukuman penjara selama enam bulan.

Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda, kepada "PRLM" sempat menjelaskan, Perda tersebut dibuat pihaknya untuk melindungi seluruh jenis burung dari ancaman kepunahan di alam bebas wilayah Kab. Kuningan. Termasuk juga, melindungi kelestarian berbagai jenis ikan di sungai-sungai dan di perairan alam bebas Wilayah Kuningan.


Share:

Dahulu Burung Mempunyai Dua Ekor, Benarkah?

Gambar Ilustrasi
Tim paleontologi dari Chinese Academy of Sciences, di Beijing, China, mengungkapkan bahwa 120 juta tahun lalu burung memiliki dua ekor. Temuan ini membuat jalur evolusi yang rumit dari spesies burung.

Melansir Fox News, 16 Oktober 2013, hal itu diketahui dari fosil burung purba Jeholornis. Habitatnya di China bersama hewan pra-sejarah lainnya.

Dari temuan fosil, Jeholornis merupakan burung berukuran lebih besar dari kalkun, memiliki cakar pada sayap-sayapnya, dan terdapat tiga gigi kecil di bagian rahang bawah.


Burung Jolohornis [ilustrasi]
Uniknya, para ahli paleontologi juga menemukan Jeholornis jantan mempunyai ekor yang panjang dan berjumlah dua. Belum diketahui apa fungsi dari dua ekor itu, apakah sebagai pendukung terbang atau hanya berfungsi untuk memikat lawan jenisnya.

"Dua ekor yang ditemukan pada burung Jeholornis sangat mengherankan. Ini merupakan jalur evolusi baru untuk hewan spesies burung," kata Jingmai O'Connor, Pemimpin Penelitian dari Chinese Academy of Sciences.

O’Connor menambahkan, tim peneliti memprediksi fungsi dari salah satu ekor hanya untuk menarik lawan jenisnya. Mengingat satu ekor berukuran panjang dan satu ekor lagi berukuran pendek, mirip ekor burung merak.

"Fungsi salah satu ekor yang dipenuhi bulu-bulu berwarna-warni sepertinya mirip dengan fitur yang ada pada burung merak, yaitu untuk memikat perhatian lawan jenisnya," ujar O’Connor.

Namun, menurut Julia Clarke, ahli paleontologi dari University of Texas, AS, fungsi dari dua ekor adalah untuk menciptakan stabilitas terbang.

Sebagian menyimpulkan, salah satu ekor itu sepertinya tidak mempunyai fungsi tertentu dan berevolusi menjadi satu ekor saja pada burung-burung modern.

"Bentuk dua ekor itu adalah sebuah jalur evolusi pada spesies burung. Tapi, temuan dua ekor pada burung Jeholornis adalah aneh dan ganjil," tutup Clarke.

Hasil penelitian sudah diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences dengan judul "Unique caudal plumage of Jeholornis and complex tail evolution in early birds."

Share:

Recent Posts

Popular

networked

Comments

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest News

My Blog

Pleci Nembak

Breaking News

flag country

free counters

Burung Pleci HK Sang Lagenda

Tweet

Beauty

Follow us on facebook

Burung Pleci Blajar Bunyi

eXTReMe Tracker

Travel

Fashion

Menu

Arsip Blog